Monday, September 22, 2008

Menjadi Pebisnis Muslim, Kenapa Tidak

Saya buka kembali beberapa majalah muslim koleksi saya. Ada yang menarik perhatian saya saat membuka sebuah majalah lama terkait dengan tema belajar dari orang-orang sukses.

Nah, tema yang menarik adalah tentang pebisnis muslim. Sebuah tema yang jarang diangkat walaupun sebenarnya seorang muslim dengan dunia bisnis adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Mengapa, karena memang Islam ini tumbuh dari semula berawal dari lingkungan yang bernama perniagaan. Hampir semua profesi Nabi dan Sahabatnya adalah perniagaan. Dan Islam dari semula tumbuh dalam lingkungan perniagaan sebagaimana profesi umum penduduk jazirah Arab pada saat itu.

Nah, jika sekarang kaum muslimin menjauh dari dunia perniagaan sebenarnya ada sesuatu yang tidak pas terhadap apa yang dipahami kaum muslimin sekarang. Entah apa penyebabnya sehingga kaum muslimin pada umumnya lebih suka jadi karyawan dan pegawai negeri. Sehingga posisi bisnis banyak dikuasai oleh bangsa China dan Yahudi. Kondisi ini menciptakan kaum muslimin dalam posisi Slave Nation, atau bangsa budak. Dan bangsa lain memerankan sebagai Master Nation atau bangsa tuan.

Berikut ini saya kutip beberapa dasar dan inspirasi betapa kaum muslimin seharusnya sangat dekat bersentuhan dengan dunia perniagaan.

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi dan carilah rezeki Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung” QS. Al-Jumuah 10

“Hendaklah kamu berdagang karena didalamnya terdapat 9 dari 10 pintu rezeki” (HR Ahmad)

“Sesungguhnya sebaik-baiknya mata pencaharian adalah seorang pedagang” (HR Baihaqy)

“Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para Nabi, shiddiqien, Syuhada Shalihin di surga” HR Tirmidzi

“Kejujuran akan membawa ketenangan sementara ketidakjujuran akan membawa keraguan”. HR. Tirmidzi

Tidak ada yang aku gemari setelah berjihad di jalan Allah selain berdagang di pasar. Umar bin Khattab

Ketika Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan kaum Anshor dan diberinya harta benda, maka Abdurrahman bin Auf berkata, Tunjukkanlah aku pasar. Maka dari pasar itupun ia memulai berniaga dan mengembangkan bisnisnya yang menggerita.

Kejayaan Islam tidak pernah dilepaskan dari dunia perniagaan. Setidaknya berikut ini kilasan dan bukti untuk memperkuat argumen tersebut.

Para pedagang muslim dari Yaman dan India punya peranan besar meng-islam-kan Nusantara. Melalui peran merekalah Islam dapat masuk ke berbagai daerah di Indonesia. Dan Islam pun menjadi agama mayoritas di Indonesia.

Sejak dulu, ummat Islam telah memiliki semangat entrepreneurship yang tinggi. Dimasa mudanya Rasulullah SAW dikenal sebagai pebisnis sukses. Sebagian besar sahabat beliau juga sukses sebagai pedagang. Islam disebarkan ke penjuru dunia juga melalui perantara para pedagang muslim.

Islam adalah agama yang menuntun pengikutnya terlibat langsung dalam dunia bisnis, dunia yang pernah mengangkat Islam sebagai kiblat peradaban dunia. Karena itu sudah seharusnya kaum muslimin menjadikan wirausaha sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupannya.

Dari sekian yang dicontohkan oleh Nabi dan Sahabat, berikut ini kunci utama dalam kesuksesan sebuah bisnis. Jujur dan amanah adalah kunci sukses Rasulullah SAW dalam membangun bisnis. Disamping itu, kunci dari kejayaan Islam ada pada persaudaraan Islam terwujud sebagian besar karena bantuan para pedagang yang rela menginfakan hartanya di jalan Allah.

Demikian catatan saya, semoga menginspirasi para pribadi muslim untuk tidak segan-segan terjun dalam dunia perniagaan. Dunia yang lebih luas dari dunia orang yang menggadaikan waktunya untuk menjadi pekerja.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

0 komentar: