Friday, February 13, 2009

Tips Memulai Usaha Setelah Kena PHK atau Pensiun Dini

Tahun 2009 dari informasi workshop Union Internasional kemarin di Divlat Telkom, Bandung, Mr. Kato selaku ketua Serikat Pekerja Jepang dan Mr. Syafei dari Ketua Serikat Pekerja Malaysia memberikan penjelasan senada. Bahwa krisis di tahun 2009 akan terus berlangsung. Di Jepang, 450.000 orang sudah di PHK. Umumnya mereka yang bekerja di sektor manufaktur baik otomotif maupun elektronik.

Honda, Toyota, Suzuki dan Mitsubishi sudah mulai melakukan PHK, demikian yang saya tangkap dari Mr. Kato. Kemudian untuk elektronik, Panasonic, Sony dan beberapa usaha lainnya sudah mulai mem PHK.

Di Malaysia nyaris sama, Mr. Syafei menjelaskan, PHK sudah mulai terjadi, salah satu dampaknya pada pekerja migran yang bekerja di sana / TKI.

Umumnya, mereka yang terkena PHK atau Pensiun Dini mendapat sejumlah pesangon yang besarannya variatif. Nah, setelah PHK atau pensiun dini, karena usia biasanya tidak sesepuh orang yang pensiun banyak yang melanjutkan fase kehidupannya masuk ke dunia usaha.

Sebagai aktifis sebuah Serikat, Saya sudah sering menerima keluhan tentang kegagalan berwirausaha dari mereka yang terkena PHK. Uangnya ludes dan banyak yang kesusahan menghidupi keluarga. Nah, berdasarkan hal tersebut, saya mau sharing bagaimana agar tidak jatuh miskin setelah dapat uang pesangon atau pensiun dini seperti yang saya sebutkan diatas :

  1. Jika umur Anda sudah terlalu Senior, pilih yang konservatif

Anda harus berhati-hati untuk placement duit yang didapat. Lakukan investasi yang bersifat konservatif berupa asset tetap. Usia yang sudah senior biasanya cukup riskan untuk berkompetisi dalam real bisnis apalagi tidak punya pengalaman bisnis sebelumnya. Membeli sebuah property atau sebidang tanah umumnya jauh lebih safe daripada masuk dalam dunia bisnis, kecuali punya kompetensi dan experience yang baik.

  1. Jika Anda masih fresh, Jangan Keburu Nafsu

Jika Anda kepengin usaha, jangan semua digelontorkan kedalam bisnis yang baru start up. Bisnis adalah sebuah proses, jangan tergiur dengan profit yang dihasilkan sekejap.

  1. Hati-Hati dengan Tawaran Investasi

Banyak orang yang menginvestasikan besar-besar, karena iming-iming yang

menggiurkan. Semula setoran dari investasi lancar, kemudian tambah modal dan

kemudian begitu seterusnya. Setelah itu dibawa kabur sama yang mengelola

usaha

  1. Mulailah dari yang Terkecil

Jika Anda kepengin mulai usaha, mulailah dari yang terkecil. Jika lancar lanjutkan, dan jika tidak prospek likuidasi, cari usaha sesuai dengan passion, kompetensi dan experience Anda. Usaha bisa dikatakan survive setidaknya jika sudah melampau masa 4 tahun. Jadi siapkan masa sekolah anda untuk 4 tahun kedepan. Jika 4 tahun survive, bisa diproyeksikan usaha tersebut bisa prospektif.

  1. Jangan Taruh Telur dalam Satu Keranjang

Nasehat ini masih sangat relevan. Banyak kawan saya, jatuh miskin karena menempatkan portofolio investasinya dalam satu bentuk investasi. Ketika gagal, seluruh anggota keluarganya mengalami kesusahan. Tempatkan pada hig risk, midle risk dan low risk. Jangan jadikan korban keluarga Anda karena kekurang cermatan memilih investasi.

  1. Siapkan Uang Sekolah

Memulai usaha itu tidaklah semudah membalikkan tangan. Apalagi buat orang yang selama ini jadi employee. Seorang employee itu ibarat seperti ayam ras atau ikan dalam akuarium. Ketika mau dilepas di kebun atau di sungai perlu penyesuaian-penyesuaian. Nah, yang saya sebut uang sekolah adalah, jika ingin terjun ke bisnis, siapkan uang sekolah, anggap saja uang untuk pembelajaran bisnis. Karena umumnya, jarang ada bisnis yang langsung besar dan menghasilkan profit berlipat, kecuali bisnis yang high risk. Untuk uang sekolah, jangan dihabiskan, siapkan secukupnya, dana sisanya untuk cadangan dan biaya hidup. Lalu take action. Ide segede gajah kalau tidak dieksekusi hanya jadi illusi saja. Jika prospek. Lanjutkan. Jika tidak prospek coba usaha yang cocok dengan passion Anda.

  1. Hati-hati dengan Menggunakan Cash

Biasanya, orang yang jarang bawa uang gede, sering tergiur dengan gedenya uang ditangan. Hati-hatilah dalam membelanjakannya. Apalagi kalau ada orang di PHK atau Pensiun dini biasanya banyak orang yang menawarkan jasa investasi. Berhati-hatilah dengan tawaran yang memberikan return yang tinggi, walau saudara sekalipun. Banyak sudah kejadian uang habis dibawa kabur dengan beragam bentuk penipuan. Kenangkan ikat pinggang apalagi belum ada masukan yang pasti. Jadi Waspadalah !!!

Demikian, sekedar sharing. Semoga berbahagia menjalani nuansa hidup baru.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

1 komentar:

djafar said...

Assalamu'alaikum, wr.wb.

Salam kenal pak Amir (Sya Djafar, bogor), blognya pak Amir, pak Badroni dan Pak Hadi kuntoro adalah blog favoritnya saya, banyak sekali informasi dan tips yang saya peroleh, Mudah-muadhan kedepannya kita bisa bekerja sama.

Wassalam.
Djafar