Wednesday, March 04, 2009

Kekuatan Eksekusi

Dalam buku "Execution", Ram Charan menjelaskan, betapa pentingya seorang leader memiliki ketrampilan dan kekuatan mengeksekusi suatu rencana. Gagasan bisnis atau strategi kelas satu jika tidak dieksekusi tidak akan ada nilainya.

Saya sering menemui orang yang begitu banyak memiliki ide bisnis. Semuanya masuk akal dan orisinil. Tapi ide itu jadi sekedar ide. Ide terus bergerak tetapi tidak menghasilkan sebuah bisnis yang menghasilkan. Gagasannya berkembang, tapi bisnisnya tak jalan.

Demikian ada juga orang yang sudah banyak ikut berbagai training, seminar dan membaca bertumpuk-tumpuk buku. Begitu banyak dibenaknya gagasan yang diperas dari berbagai event tersebut. Namun demikian gagasan itu menjadi mandul ketika tidak dieksekusi.



Saya akan berbagi dari sharing seorang kawan. Ada 3 karakter manusia dalam menjalankan suatu hal.

1. Orang yang bertindak atas akalnya
Tipe orang ini sebelum melakukan tindakan selalu menganalisa dengan pikirannya. Masuk akal tidak. Jika masuk akal dia akan melakukannya, jika tidak, maka dia akan berhenti. Orang ini sangat rasional dalam merespon setiap hal, dan akal sehat selalu menjadi parameternya.

2. Orang yang bertindak atas perasaannya
Orang tipe ini, ketika merespon sesuatu mendahulukan perasaannya. Jika harus memutuskan sesuatu maka yang pertama dilakukan adalah mengkonsultasikan dengan suasana hatinya. Jika aman secara hati maka dilakukan, jika tidak maka tidak dilakukan.

3. Orang yang bertindak atas motoriknya
Nah, tipe orang ini ketika ada sesuatu, motoriknya langsung take actioan. Pikiran dan perasaan menjadi hal yang nomor dua. Mereka mendahulukan action daripada pikiran dan perasaan.

Nah, tipe mana Anda ?

Kalau kita melihat Nabi, sebagai uswatun hasanah. Kita melihat kecenderungan dikategori orang yang bertindak atas motoriknya. Sami'na wa atho'na, saya dengar dan saya patuh. Perintah ini menunjukkan ketundukan atas sebuah perintah, dan menomorduakan rasio dan perasaan.

Karena seorang muslim lebih cenderung ke action, diperlukan waktu jeda untuk me-recharge pikiran dan perasaannya. Maka, salat malam adalah salah satu bentuk kontemplasi setelah melakukan action.

Sebagai seorang entrepreneur, sebaiknya kita bisa mendorong diri kita ke arah orang yang banyak take action, daripada orang terlalu banyak berpikir atau mengandalkan perasaan. Semakin tinggi amanah yang diemban, tentu semakin banyak kita memutuskan dan mengambil action.

Selamat belajar melakukan eksekusi, perkaya ketrampilan eksekusi selain memperkaya isi otak kita. Banyak sekali orang yang begitu banyak dan kaya isi otaknya, tetapi begitu sedikit actionnya.

"Ilmu tanpa amal, ibarat pohon tanpa buah"

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

1 komentar:

Pman Assord said...

Thanks atas infonya, saya bergerak di bisnis internet di http://inderabisnis.com -mohon postingan mengenai hal ini