Wednesday, March 04, 2009

Pedagang, Profesi yang Kurang Dilirik

Dulu, dulu sekali. Profesi pedagang ini tidak begitu dilirik. Apalagi untuk kultur budaya Jawa. Sebagai orang jawa, saya merasakan benar betapa menjadi pangreh praja atau pegawai kantoran seringkali ditempatkan posisi yang begitu tinggi dibanding kaum pedagang.

Saya sendiri yang dilahirkan dari keluarga pegawai merasakan benar cengkeraman paradigma ini. Saya punya mental blok yang tebal untuk menjual sesuatu. Saya malu berhubungan dengan pasar. Saya malu menjual sesuatu kepada orang. Saya malu menawarkan barang. Seakan pekerjaan menjual itu pekerjaan yang memalukan dan rendahan.

Dengan semakin banyak referensi, saya sadar. Betapa sentral dan pentingya menguasai ketrampilan berdagang ini. Kalau saya membaca shirah Nabi dan hayatus shahabat. Saya temukan, mungkin sekitar 80% sahabat Nabi berprofesi sebagai pedagang.

Pedagang adalah profesi yang sangat penting dan merupakan hajat hidup orang banyak. Banyak sekali sumber-sumber Islam menyatakan betapa pentingnya menguasai skills ini. Banyak sekali kalau saya uraikan.

Bahkan, kemajuan atau kemunduran suatu bangsa banyak sekali ditentukan oleh kaum pedagangya. Ini saya kutip dari pernyataan Lee Kuan Yeuw, menteri senior Singapura. Dia menyatakan, suatu bangsa, jika masih ada 2 % dari rakyatnya berprofesi sebagai pebisnis akan tahan terhadap krisis.

Oleh karena itu, mari kita gemarkan berdagang. Mari kita gemarkan menjual daripada membeli. Insya Allah kita memberi sumbangan buat negeri ini keluar dari krisis. Kini, saatnya tidak malu lagi menjual, tidak malu lagi menawarkan barang.

Saya terus berusaha menghancurkan mental blog malu menjual saya dengan berbagai aktifitas memutuskan urat malu saya. Saya bangga jika bisa membuka lapak, saya bangga jika membuka stand pameran baju saya, saya bangga menjual. Sikap ini terus saya gunakan untuk afirmasi sampai urat malu saya putus.

Alhamdulillah, kini saya menyadari, betapa saya mendapatkan manfaat dari berdagang. Manfaat finansial, manfaat kesehatan pikiran dan manfaat kesehatan mental. Ternyata dengan berdagang melatih ketajaman kita dalam memutuskan. Tidakkah anda tahu, inti dari leadersip adalah eksekusi. Maka saya simpulkan mengapa para pedagang bisa menjadi leader yang sukses ? Karena mereka terbiasa melakukan eksekusi. Mengambil keputusan setiap waktu.

Semoga menjadi inspirasi bagi rekan-rekan yang masih malu untuk berdagang.

NB :
Saya dapat satu kata kunci kemarin dari Tung Desem, "jangan malu menjual, karena menjual salah satu kunci kekayaan, kalau mau kaya jangan malu menjual"

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

0 komentar: