Monday, May 25, 2009

Bertumbuhlah Secara Sehat

Barusan ngobrol dengan kawan yang mengikuti pendi (red. Pensiun Dini). Kawan saya tersebut cukup bahagia, mungkin terbebas dari rutinitas kerja yang membelenggu selama ini.

Setelah sekian lama jadi pekerja kantoran, dia membuka usaha katering. Lumayan, satu hari bisa sampai dengan 150 rantang. Luar biasa bagi sebuah usaha yang baru saja berdiri. Pelanggannya umumnya mahasiswa yang kost disekitar rumahnya.

Setelah ngobrol dia curhat, dia menyatakan cukupkaget dengan profesi barunya, konon banyak ilmu yang didapat di korporasi beda banget dengan ngelola usaha sendiri apalagi masih setingkat UKM. Tapi, dia terus berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi barunya.

Salah satu yang menjadi diskus kami, ia dapat order banyak yang tidak mampu ia lakukan, belum lagi melihat peluang bisnis lainnya yang juga menarik hati.

Saya katakan, wah... ini sindrome orang yang punya usaha baru, setelah jalan pengin buka usaha macam-macam dan sangat ambisius dengan order banyak.

Saya ceritakan pengalaman saya yang telah melikuidiasi setidaknya 2 usaha...

Saya pengin sharing, bahwa jika usaha baru tumbuh, jangan sampai greedy, serakah. Pengingnya langsung jost dan naik kayak deret ukur, eksponensial. Setidaknya ada 3 kategori bisnis yang baru tumbuh, tumbuh eksponensial, tumbuh sehat dan layu sebelum berkembang. Nah, terus terang saya suka yang tumbuh sehat. Dari literatur yang saya baca, tumbuh eksponensial belum tentu bagus buat bisnis kita. Mengapa demikian ?

Lonjakan pelanggan yang dahsyat jika tidak diiringi dengan backroom yang kuat bisa jadi menurunkan kualitas yang bisa jadi nama usaha menjadi pertaruhan. Jangan mengangkat beban yang tak mampu, ini berbahaya bagi usaha. Banyak sekali usaha tumbuh dengan cepat dan musnah dengan cepat.

Saya lebih senang mengelola usaha seperti orang menanam pohon, kita tabur benih, kita siram dan pupuk, kita siangi, dan kita panen. Mungkin terkesan lambat, tapi menurut saya itu sehat bagi kelangsungan usaha, dari pada belum masak buahnya harus kita paksa panen. Jelas buah tidak akan maksimal enaknya dan tidak baik juga bagi pohonnya, karena dipaksa tumbuh diluar kemampuan.

Ini juga ibarat kupu2, ada anak yang ingin menolong kupu-kupu keluar dari kepompong yang begitu susahnya. Karena merasa kasiha, maka anak tersebut menggunting kepompong. Nah, apa yang terjad, justru kupu2 tersebut tak mampu terbang, karena kelebihan cairan.

Jadi, mari kita nikmati proses dengan sabar, jangan terlalu serakah dan pengin cepat panen. Insya Allah usaha Anda akan tumbuh dengan sehat.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

0 komentar: