Tuesday, March 15, 2011

Bisnis dan Spiritualitas adalah Saling Mendukung

Dulu,
Seringkali saya mendengar, jangan campur adukkan antara bisnis dan spiritualitas. Itu dua dunia yang tida beririsan. Begitu penjelasannya.

Namun seiring dengan perkembangan dan fenomena-fenomena besar yang terjadi dalam dalam bisnis nyata maupun perkembangan teori perniagaan, nampaknya mulai terlihat bahwa kalau mau sukses, sebenarnya tidak ada pemisahaan antara bisnis dan spiritualitas.

Berbagai buku mengkaji tentang pentingnya spiritualitas dalam bisnis, semisal Corporate Mistic, Spiritual Quotient dan ESQ. Hal ini diperkuat dengan fakta-fakta empiris terhadap penelitian perusahaan yang bisa bertahan lebih dari 100 tahun sejak berdirinya atau sering disebut The Living Company. Ternyata, perusahaan dapat berumur panjang karena dipengaruhi factor-faktor etik dan filosofis pengelolanya. Perusahaan-perusahaan yang dijalankan dengan kaidah bisnis yang benar, Good Corporate Governance, maka akan berpeluang dapat bertahan melewati masa-masa kritis.

Sebenarnya, fakta ini merupakan fakta tak terbantahkan, bahwa spiritualitas dalam bisnis akan mendukung kinera bisnis dalam waktu yang lama. Sebelum itu, Nabi Muhammad, sebagai Nabi yang berprofesi sebagai pedagang, jauh-jauh hari sebelum sukses berdagang, Beliau membangun karakter terlebih dahulu, yaitu jujur, sehingga diberi gelar al-Amin.

Karena kejujurannya tersebut, maka Beliau menerima banyak kepercayaan dari pada saudagar besar untuk mengelola harta. Jadi, dengan karakter yang dilandasi spiritual yang kuat, maka akan mendorong kinerja bisnis yang kokoh.

Pelajaran lain, karena lemahnya spiritual yang terjadi, maka kasus Enron, Worldcom, Artur Anderson, Lehman Brother limbung dan jatuh. Minimnya spiritualitas di korporasi menciptakan adanya window dressing (laporan dengan performansi semu) sehingga menimbulkan gelembung yang akhirnya pecah.

Andai saja etika bisnis dikembangkan, maka kejujuran terhadap karyawan, terhadap pelanggan, terhadap atasan dan terhadap laporan keuangan, niscaya sebuah korporasi akan selamat dari keruntuhan.

Dan dalam berbagai survey, etika bisnis yang dikembangkan di sebuah perusahaan akan membuat perusahaan itu eksis dalam persaingan.

Jadi, kini tidak ada lagi perdebatan antara bisnis dan spiritualitas, karen spiritualitas pada dasarnya mendukung kinerja bisnis. Tidak ada lagi pemeo yang mengatakan mencari harta haram saja susah, apalagi yang halal. Tidak ada kata lagi bisnis adalah bisnis, spiritual adalah spiritual. Keduanya saling mendukung.

So,
Mari kita dasari bisnis kita dengan nilau-nilai spiritual agar harta yang diperoleh mendapatkan keberkahan dan dapat menebar Rahmat bagi lingkungan
sekitar.


Wassalam,


Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

0 komentar: