Thursday, August 18, 2011

Sukses ala Nabi

Sahabat,

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Dari sekian sudup pandang perjalanan Nabi, saya akan memotret dari satu sisi, yaitu bagaimana Nabi menggunakan usia hidupnya yang luar biasa cemerlang.

Kalau disimpulkan terkait dengan manajemen waktu, Nabi menggunakan apa yang disebut shifting to the front, atau menarik kesuksesan di awal waktu. Berikut ini fakta-fakta yang dapat saya himpun.

Usia 0 tahun
Nabi lahir dalam keadaan yatim, karena beliu ditinggal oleh ayahnya, Abdullah

Usia 6 tahun
Nabi yatim piatu, karena ditinggal ibundanya, Aminah, kemudian Nabi diasuh kakeknya Abdul Muthallib

Usia 9 Tahun
Nabi ditinggal kakeknya karena wafat, dan mendapat asuhan pamannya, dalam usia muda Abu Thalib

Usia 12 - 20 Tahun (Magang)
Nabi sudah mulai magang berdagang bersama pamannya Abu Thalib ke Syam. Di usia 12 tahun Nabi telah mandiri dan ikut mentoring dagang bersama Abu Thalib. Beliau keliling dari pasar ke pasar untuk melakukan perniagaan. Disinilah pembelajaran luar biasa, dalam usia SMP beliau sudah mandiri dan praktek langsung. Kita bisa bayangkan dengan generasi sekarang yang baru mandiri saat selesai kuliah dan menikah. Nabi, SMP sudah didik mandiri untuk mendapat penghasilan dan upah dari hasil keringatnya. Dalam usia yang relatif mudah beliau sudah ikut dalam peperangan Fijar untuk membantu kaumnya.

Usia 20 - 25 Tahun (Profesional)
Saat usia awal duapuluhan beliu sudah mendapat amanah mengelola harta orang lain. Salah satu amanah yang ditunaikan adalah mengelola perniagaan Khadijah. Subhanallah, diusia 20-an tahun beliau sudah sebagai profesional yang dipercaya mengelola harta orang lain.


Usia 25 - 37 Tahun (Businessman)
Nabi menikah dengan Khadijah,. Dalam pernikahan itu mahar Nabi 20 ekor unta merah. Kalau kita bayangkan saat ini, barangkalai 20 BMW. Kalau kita hitung sederhana, misal per onta terbaik itu seharga 50 juta, maka maharnya untuk menikah sebesar 1 Miliar. Subhanallah. Bisnis Nabi beserta istrinya terus berkembang pesat dengan perniagaan lintas kota dan berbagai pasar.


Usia 37 - 40 Tahun (Uzlah)
Tiga tahun menjelang usia 40 tahun beliau mulai uzlah atau menyendiri. Beliau banyak tafakkur menghabiskan waktu untuk memikirkan keadaaan ummatnya. Kondisi ini sampai usia 40 tahun dimana Beliau diangkat menjadi
Nabi.

Usia 40 - 53 Tahun (Masa Revolusi)
Tiga belas tahun setelah diangkat jadi Nabi beliau habiskan waktu dan hidupnya untuk dakwa di Makkah. Periode ini menghabiskan harta Nabi untuk dakwah. Usia 40 tahun adalah usia kematangan dimana Nabi diuji habis-habisan harta, benda dan nyawanya untuk berdakwah. Masa Makiyyah adalah masa-masa kesulitan dan penuh penderitaan. Masa-masa revolusi dan perjuangan.

Usia 53-60 Tahun (Masa Pembangunan)
Kemenangan besar dalam Islam ditandai dengan Hijrah Nabi ke Madinah, hingga Ummar Ibn Khattab menetapkan waktu hijrah tersebut sebagai awal dari kalender Islam. Masa Madinah adalah masa-masa pembangunan fundamen masyaraat madani dan modern. Beliau memimpin langsung bagaimana membangun fundamental sebuah negara dan akhirnya menjadi dasar dan model kekhalifahan Islam.

Nah,
Kalau dilihat sekilas dari histori diatas, betapa manajemen umur Nabi sangat luar biasa. Beliau melakukan percepatan kesuksesan. Tidak menunda-nunda untuk sukses. Waktu muda digunakan untuk membuat prestasi sebaik-baiknya karena itu akan menjadi bekal dikemudian hari. Dari riwayat diatas bisa
disimpulkan juga bahwa No Shortcut to Succes, tidak ada kesuksesan yang instan, semua mesti diperjuangankan.

So,
Buat kita,
Check dengan usia kita, dan bandingkan dengan barometer usia Nabi, masih on the track tidak. Jika tidak, mari melakukan percepatan. atau setidaknya generasi penerus kita bisa menjadikan plot sukses Nabi dalam hidupnya.

Wassalam,



Amir Fauzi
Owner
Fatta Group


0 komentar: