Thursday, September 22, 2011

Mahabharata Epik yang Tiada Kering

Sore, selepas pulang kantor biasanya saya rajin ke toko buku. Entah mengapa, saya bisa menahan untuk tidak beli sesuatu, tetapi kalau sudah lihat buku, godaan saya begitu tinggi untuk tidak membelinya, apalagi buku tersebut menarik minat saya. Sepertinya saya telah kencanduan beli buku, ini bisa dilihat di rak buku yang saya buat khusus kini tak muat lagi, ada 1.000 koleksi buku mulai dari buku agama, sejarah, bisnis dan sastra.

Saya begitu asyik dengan buku, sepertinya buku sudah menjadi salah satu belahan jiwa. :-)
Sore itu, entah mengapa mata saya tertuju pada buku warna kuning, Mahabharata, Epik Pencerah Jiwa, karya penulis India, Gopalachary. Saya samber buku tersebut, ke kasir dan ngacir pulang.

Biasanya setelah beli buku, buku ndak segera saya baca, umumnya berdiam diri di meja atau di rak buku, kadang malah sampulnya masih utuh belum kesobek.

Setelah beberapa hari nongkrong, pas ada kesempatan malam hari saya mulai membaca dan membolak-balik. Ternyata buku karya Walmiki atau Begawan Wiyasa yang ditulis sekitar 1.500 SM ini begitu menarik.

Dalam bab awal, kisah dibuka dengan asal usul wangsa Pandawa dan Kurawa, terus berlahan dicerikatakn karakter, kemudian konflik hingga akhirnya terjadi perang antara dua bersaudara yang sering disebut sebagai perang Bharatayudha di Padang Kurusetra. Akhir di buku Mahabharata menceritakan penutup yang sangat cantik, berupa kemenangan Pandawa dan kebahagiaan yang hakiki.

Sebagai penyuka cerita Epik saya rekomendasikan pada pecinta buku untuk membaca buku klasik ini. Banyak hal yang saya dapatkan tentang makna kesetiaan, karakter dan akhir dari hukum sebab akibat. Buku ini menarik sekali dan bisa mencerahkan pemahan kita tentang konflik-konflik yang kini terjadi.

Maka sangat wajar jika buku ini tetap hidup dan melegenda selama berabad-abad, karena merupakan karya yang agung.

Tidak habis disitu, untuk mengobati penasaran saya, saya berselancar di internet mencari lebih dalam apa itu Mahabharata, dan ternyata sangat banyak referensi di internet, termasuk di Wikipedia. Saya bersyukur bisa membaca buku ini, semoga dilain kesempatan bisa membaca buku-buku bermutu lainnya.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner

0 komentar: