Sunday, January 15, 2012

Model Bisnis Yang Terus Berubah

Dulu, orang belanja online itu sangat jarang, alasannya takut ketipu, ribet dan banyak lagi. Kini dengan berkembangnya smart phone, ipad, wifi dan hostspot secara perlahan memaksa pelanggan masuk dalam dunia maya.

Iklan-iklan yang membombardir via SMS, tag Facebook dan kicauan Twitter secara perlahan meruntuhkan kekerasan konsumen yang akhirnya masuk dalam rayuan pembelian maya.

Dulu, jamannya off line, bisa jadi toko-toko grosir macam Tanah Abang, Cipadu atau Pasar Baru menjadi andalan. Namun, pasar konvensional itu kini harus bertempur dengan ribuan online store yang sangat dinamis.

Berkembangnya online trading yang tanpa batas dengan tingkat flexibilitas yang tinggi menjadi pesaing serius bagi pasar konvensional. Tanpa adanya inovasi, bisa jadi kekuatan pasar online secara perlahan mengambil alih pasar off line.

Mengapa semua ini terjadi, jawabnya karena terjadinya perubahan model bisnis. Dari off line ke online.

Bagaimana mensikapinya,

Seperti penasehat kampiun marketer, jangan melawan pasar. Demikian juga dengan adanya gelombang digital, jangan melawannya, berenanglah bersama arus perubahan. Jika anda bersikeras melawannya, anda akan ditinggalkannya.

Ini contohnya :

Dulu Wartel sangat marak, kini sepi, karena ada perubahan life style dari fix phone ke mobile phone.

Dulu Kodak merajai foto instan, kini sepi, karena orang migrasi ke fotografi digital.

Dan begitu banyak contoh-contoh lainnya.


Go Online,

Salam,

Amir Fauzi
www.sekolahsablon.com

0 komentar: