Monday, November 12, 2012

Bisnis Model yang Terus Berubah

 
Sebagai seorang pebisnis, saya sering ketemu mitra, khususnya dengan pengusaha konveksi yang sudah kawakan. Kolega saya rata-rata sudah memulai bisnis lebih dari 10 tahun. Artinya bisnisnya sudah mapan dan berumur, beda dengan saya yang masih dibawah 5 tahunan.

Seringkali saat bersama mereka saya ngobrol ngalor ngidul seputar bagaimana kawan saya ini memulai bisnis, mengembangkan sampai jatuh bangunnya. Banyak pelajaran yang saya dapat dan memang ilmu praktis ini jarang kita dapatkan di buku, karena ditemukan bersama problem dilapangan. Orang sering bilang smart street, atau kecerdasan yang diperoleh dari lapangan.

Dari kebanyakan yang saya temui, omset mereka turun drastis. Bayangkan, jika dirata-rata ada dikisaran 30-60% omset turun dibanding dengan masa jaya-jayanya.

Angka itu, tentu angka yang sangat besar. Dan mereka bilang, sekarang bisnis terasa semakin sulit karena banyak saingan dan banyak produk china yang masuk.

Melihat fonema seperti itu, saya jadi ingat kembali dari buku Alex Ostewalder, pengarang Busines Model Generation. Dalam buku itu dijelaskan, bahwa bisnis akan terus berubah dalam setiap waktu, jika ndak berubah cara kerja dan operasi bisnis kita, maka akan ditinggalkan oleh pelanggan.

Dalam buku itu dijelaskan apa yang disebut 9 block, ada blok tatakelola bisnis yang siap diubah dan dimodifikasi menjadi lebih efektif dan efisien, yang mana jika kita berhasil menemukannya akan merubah pola bisnis umum yang ada.

Untuk menggambarkan tentang bisnis model tersebut, berikut beberapa contoh. Air Asia, maskapai Malay yang sangat agresif masuk di Indonesia. Awalnya orang pesan tiket lewat counter, maka proses bisnisnya diubah dengan mendorong orang pesan lewat online. Berikutnya tentang layanan, dimana dulunya orang naik pesawat diberi makan dan minum, nah Air Asia ndak ngasih apapun, tapi mereka menawarkan harga lebih murah. Dan lain sebagainya.

Nah, dengan perubahan tersebut, sontak merubah tata kelola industri penerbangan, sontak para operator lama perlahan mengalami penurunan omset dan beralih ke Air Asia. Dan bahkan, penerbangan kawakan seperti Bouraq, Adam Air dan sejenisnya tutup.

Ini sekedar satu contoh, masih banyak lagi.
Apa pelajaran yang dapat kita ambil dari kasus ini ??
Jika kita tidak terus melalukan perubahan yang lebih baik, cepat atau lambat kita akan digilas, so teruslah melakukan inovasi walaupun usaha anda sekarang ada di puncak.

Steve Jobs bilang, stay hungry, stay foolish. Tetaplah lapar dan tetaplah merasa bodoh, karena jika kita masuk dalam zona nyaman, sebenarnya kita sedang membuat kuburan bisnis kita.

Keep spirit.



Amir Fauzi
Owner

0 komentar: