Sunday, November 25, 2012

Kiat Praktis Memulai Usaha

 
Dari beberapa siswa di www.sekolahsablon.com sering kali saya menemui berbagai pertanyaan, salah satunya adalah bagaimana cara memulai bisnis. Ada yang masih bingung dan ragu-ragu.

Sering saya dorong, jangan terlalu dipikir terlalu detail dan njlimet, karena ujung-ujungnya bisnis itu tidak feasible. Ada sainganlah, nanti ndak laku lah, ndak ada sdm-nya lah dll.

Kiat berikut ini semoga membantu anda yang mau merintis bisnis :

1. Start Small
Alias mulailah dari yang kecil. Kenapa dari yang kecil, simpel jawabnya. Karena kalau rugi, ndak sampai habis-habisan. Kalau gagal ndak bikin trauma dan sakit hati. Saya hampir selalu memulai usaha dari kecil.

2. Start from the Market
Mulailah dari pasar, artinya lihatlah pasar, jangan hanya fokus ke produk, tapi fokuslah ke pasar. Karena apa, pasar adalah pusat petukaran produk dengan pelanggan. Seringkali terlalu asik dengan produk, saat produk selesai dibikin ternyata ndak ada yang beli yang akhirnya dipakai sendiri. Untuk pertama kali, ikutilah pasar, setidaknya dengan ikut pasar akan mengurangi resiko gagal bisnis saat diawal. Kalau dipasar laku, bisanya produk yang anda bikin juga laku, so simple.

3. Cintailah transaksinya
Maksudnya, fokuslah pada penjualan, gimana caranya produk yang anda buat bisa dikonsumsi orang. Tidak usah terlalu disibukkan asesoris yang tidak ada hubungannya dengan penjualan. Contoh, duit yang ada digunakan untuk alat2 yang tidak mendukung penjualan. Ini kurang bagus, lebih baik fokuskan bagaimana agar dana yang ada mendukung penjualan anda. Hal2 yang ndak perlu dibeli ndak usah dibeli dahulu.

4. Berbedalah
Berikutnya saya dapatkan dari sebuah buku, nyaris tidak bisnis yang berkembang dengan pesat selagi dengan konsep konvensional yang sudah ada. Artinya, jika kita memulai bisnis harus memiliki pembeda alias value dibanding dengan produk2 pada umumnya. Harus memiliki pembeda, bisa dari kualitas, cara melayani, kemasan dan lainnya. Jangan biasa-biasa saja, sebab kalau anda biasa-biasa maka anda hanya mendapat margin seperti usaha yang sudah ada. Berbedalah.

5. Fokus
Fokuslah dengan bisnis yang kita mulai. Namanya bisnis, ada naik ada turun. Itu sudah pasti, tidak ada bisnis yang naik terus. Nah, biasanya banyak pemula tidak betah saat usahanya turun omsetnya, padahal dalam bisnis itu hal biasa. Tetap fokus pada pilihan bisnis kita dan terus mengembangkan diri menjadi expert dalam bisnis yang kita geluti.

Semoga bermanfaat.



Amir Fauzi
Owner

0 komentar: