Monday, December 10, 2012

Pesan Ibuku

"Mir, awakmu ojo lali solat lan ngaji Quran". Begitu ibuku menyampaikan pesannya, pesan itu rasanya begitu dekat dan selalu saja sulit dihapus dari ingatan. Tatkala aku males-malesan, ingat kembali pesan Abahku tempo aku masih SD dulu. Ketika aku lalai karena sibuknya kerja dan ngurus bisnis, pesan itu bagai petir yang menyibak gelapnya malam. Menggelegar dan kuat kilatannya.
Hingga kini, aku sudah mulai masuk umur 40-an, dan sudah punya 4 anak, rasanya aku menjadi kecil kembali tatkala ingat pesan ibu itu. Kadang berpikir bagaimana ibuku membenamkan ingatan dalam memori otakku.
Setelah usiaku terus menambah, ingat pesan-pesan ibuku yang bagai benang terurai. Terus memanjang dan memanjang. Pesannya lainnya dari lisan ibuku yang sangat sederhana, didiklah agama anakmu, karena itu menjadi bekal hidupnya kelak. Perbendaharaan dunia itu penting, tapi menjadi tiada guna jika agama tak ada dihati.
Oh ibuku,
Saat kulihat anakku tidur terlelap dalam dekapan malam. Pesanmu itu kembali mengiang halus dalam dinginnya hembusan angin malam. Membangunkanku. Ibu bagaikan menyadarkanku, telah kau apakan anak-anakmu itu. Apakah hanya kau isi dengan suapan makanan dalam perutnya, tapi tidak dengan suapan dihatinya. Kau besarkan fisiknya, atau juga kau isi hatinya dengan ayat-ayat-Nya.
Ibu,
Setidaknya hari ini, telah hadir seorang guru yang jauh lebih baik dari ayahnya. Mengajarinya, karena ayahnya tak sebaik dari apa yang dicita-citakannya. Tapi ibu, akan kulakukan sepenuh hati tugas sucimu. Bukan hanya untuk buah hatiku, tapi untuk diriku. Untuk diriku. Mengaji bersamamu.

Cisaranten Endah,
11-12-12
Buat anaku, Azzam, Akmal, Wafa & Fathia
Ingat pesan eyang selalu.

1 komentar:

bayu dhian said...

surga dibawah telapak kaki ibu. Ridho Alloh iku tergantung ridhone bapak ibu...... like this