Thursday, June 26, 2014

Mendampingi Ayah Saat Dipanggil Allah SWT.















my best father...

Sore itu saya sedang memimpin rapat perusahaan dimana saya bekerja di Jakarta, hari itu Rabu, 3 April 2014, tercatat jam 15.30 WIB. Sebuah rapat yang membahas tender besar dari sebuah bank BUMN yang nilainya milyaran. Dengan begitu semangat saya memimpin rapat sampai suatu ketika HP saya bordering. Saya ijin keluar ruangan dan saya terima call.

Ndak seperti biasanya adikku, Anna, call dijam-jam begini kecuali ada sesuatu yang penting. Dan benar, serasa badan saya terhuyung, kepala pening dan ndak tahu apa yang mesti saya lakukan.

Adikku mengabarkan bahwa Ayah kena serangan jantung dan masuk ICU. Saat itu juga saya masuk ruang rapat dan cabut, dalam benakku hanya berpikir bagaimana secepatnya dapat sampai ke Blitar. Aku berjalan cepat menuju Jalan Sudirman Jakarta, stop taksi langsung naik.

Taksi merangkak jalan bebera menit langsung tersendat, kupikir kalau begini terus, bisa ndak keburu dapat pesawat di Cengkareng, langsung kuputuskan turun dari taksi, kemudian berlari naik Bus Way arah Harmoni. Lumayan bisa memecah kemacetan yang menggila. Sampai Harmony aku bingung, gimana caranya ke Bandara, yang pasti sudah ndak ada Bus Way lagi.

Aku teringat, ada bus Bandara yang mangkal di Stasiun Gambir, maka kuputuskan naik busway ke Gambir, sampai disamperin sopir taksi gelap, kupikir kalau pake taksi gelap tambah cepat, dan benar setelah deal harga langsung naik taksi gelap yang sudah tua, namun sopirnya tarikannya mantap.

Dalam sekejap menembus padatnya arah Jakarta utara, ternyata sopirnya memang jago dan tahu jalan. Dengan tancap gas sambal saya berzikir sepanjang jalan hingga tak berapa lama sudah sampai di Bandara Cengkareng, Alhamdulillah, kukasih tambahan uang buat sopir karena jasa ngebutnya.

Sesampai di Jakarta langsung berburu tiket Jakarta - Surabaya, dan ternyata sudah pada habis, ada juga harganya selangit dan harus menunggu malam tiba. Kupikir jalan tercepat adalah cari calo, setelah kesana kemari akhir deal tiket 900.000 naik Citylink yang berangkat jam 18.00. Setelah deal langsung saya masuk bandara, cek tiket dan ternyata pesawat sudah siap berangkat.

Alhamdulillah, walau terengah-engah akhirnya aku dapat naik pesawat saat itu juga. Dalam keadaan berkeringan dan masih berseragam dan bertas kantor kucari tempat duduk sesuai tiket. Dan tak berapa lama pesawat take off. Selama perjalanan, mataku nanar, air mataku tumpah tak karuan, tak kuhiraukan penumpang sampingku memperhatikannku.

Dalam benakku, hanya ada wajah ayahku yang teduh memandangku. Sedih, sedih dan sangat sedih. Aku tak kuasa melukiskan dengan kata. Benar-benar terpukul, rasanya tak pernah aku mendapat ujian seberat hari ini.

Pesawat berjalan mulus, sampai landing di Juanda. Waktu sekitar jam 19.30. Keluar Bandara langsung kucari ojek, karena itulah jalan tercepat menuju terminal Bungurasih, ku buka HP ku, ada SMS dari adikku jika ayah sudah siuman dan menanyakanku sampai dimana. Kubalas bahwa aku sudah mendarat di Juanda. Sambil jalan air mataku tumpah lagi, dan lagi…

Setelah dapat SMS, kumatikan HP ku biar hemat, maklum ndak bawa powerbank biar nanti jika ada komunikasi bisa mudah. Setelah itu aku naik ojek ke Bungurasih dan naik bus patas ke Malang.
Sepanjang jalan, mataku terus gerimis, kembali terkenang masa-masa indah bersama Ayah. Dan aku belum bisa banyak berbuat baik kepada Abah, apalagi dengan posisiku yang senantiasa terpisah dengan Abah sejak saya masih SMA.

Oh…sedih sekali…
Sampai di Malang sekita jam 22.00 malam, Alhamdulillah lancar, karena lapar melilit kuisi perut di warung terminal. Hanya sekedar terisi, nasi masih terisisa saat kuselesaikan, pikiranku sudah melayang kemana-mana. Jalan saja terasa mengambang. Setelah itu aku cari carteran ke Blitar, terlalu lama kalau nunggu bus.
Alhamdulillah dapat, langsung kuminta sopir tancap gas walau aku lihat mobilnya carry tua. Ku bilang, saya perlu mendesak karena orang tuaku sakit. Dalam perjalanan kubuka HP ku, ada SMS adikku masuk, yang menjelaskah Ayah tidak sadar, suruh segera sampai….

Aduh….
Tak kuasa airmataku terus meleleh dan meleleh sepanjang perjalanan. Beribu doa kusampaikan agar Allah menolong Abahku…

Dengan kecepatan tinggi, akhirnya sampai juga di RS Ngudi Waluyo Wlingi, dimana ayahku dirawat. Alhamdulillah, ayahku sadar kembali, melihatku tanpa bisa berkata-kata..
Aku menangis sejadi-jadinya…

Belum pernah aku menangis seperti ini, air mataku terus tumpah tiada henti…Ibu menghampiriku dengan mata sembab. Dekapan ibuku pun tak  bisa kurasakan karena rasa sedihku…

Sempat terucap dari lisan Ayahku, Mir Kamu Datang, Kamu Cuti…Kalimat itu tambah menyengatku, betapa Ayahku tak mau mengganggu kesibukanku walau disaat-saat sulit sekalipun.
Oh Ayahkuu…

Aku dekap beliau, aku cium tangan dan kening beliau, terus aku talkin berulang-ulang. Aku duduk disampingya sambil membelai rambut beliau. Oh ayahku…aku sangat mencintaimu…

Dalam keadaan banyak selang dan kabel, aku terus menemani beliau sampai subuh menjelang. Setelah azan subuh, aku ambil wudhu dan sholat di Musholla.

Setelah sholat, terasa kantuk sekali, tak bisa kutahan, akhirnya aku bersandar dikursi panjang, sampai ketika Adikku memanggilku, menyampaikan bahwa kondisi ayah terus memburuk.
Langsung saja aku berjingkat menuju bangsal dimana Ayahku dirawat, dan dengan gerakan yang agak kuat ayahku jatuh koma…

Allahu Akbar….
Dalam komanya, tetap kubacakan talkin di telinga beliau. Air mataku terus mengucur deras, saya merasa tidak lama lagi dapat bersama Ayah…

Kondisi koma terus berlangsung hingga Ayah ditarik kembali ke ruangan ICU. Dalam proses pemindahan terus saya ikut mendampingi.

Matahari sudah semburat dan terus memanas, keluarga sudah semakin banyak yang dating, semakin banyak yang tahu bahwa ayahku sedang kritis…

Aku tidak ingin berpisah dengan ayahku, kudampingi terus sampai pukul 10.30 malaikat Izrail mengambil ruhnya.

Dalam komanya, masih terus ada desah nafas halus, kemudian terus menghalus sampai pada akhirnya ada tarikan nafas panjang dan ternyata itu adalah tarikan nafas beliau di dunia yang fana ini.

Aku duduk disamping beliau saat nafas terakhirnya dan inilah moment yang tidak pernah terbayangkan dalam hidupku. Mendampingi beliau disaat-saat akhir menjalani kehidupan. Disamping beliau lengkap seluruh keluarga, Ibu, Mas Huda, Anna dan Hima.

Semoga khusnul khatimah Ayahku, engkau ayah terbaik yang pernah aku punya, selamanya, dan selamanya. Jasamu tak kan bisa kuhitung, kasih sayangmu yang luas dan ilmu agama yang engkau wariskan. Engkau benar-benar tak tergantikan. Sungguh, air mataku meleleh menulis tulisan ini...benar benar meleleh karena warisan kebaikan yang takkan pernah aku lupakan. Ya Allah...ampunillah aku yang tak mampu memberikan yang terbaik bagi ayahku....

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiuun…

Hari itu, Kamis, 4 April 2014, jam 10.30 ayahku, H. Imam Syafii bin Shihabuddin menghadap Allah SWT di RS. Ngudi Waluyo Wlingi, dimana adikku yang juga dokter bekerja di rumah sakit tersebut.
Allahumma firlahu, warhamhu wa’fu anhu.
Allahumma latakhrimna ajrahu, wala taftinna ba’dahu.

Jalan Fatmawati

Jakarta, 26 Juni 2014 

Monday, February 17, 2014

Yang Perlu Diperhatikan Saat Maklon Kaos

Saya mau share terkait pengalaman pernah saya jalani dalam usaha kaos, semoga bermanfaat bagi pengusaha kaos lainnya.

Awalnya saya memulai usaha kaos tanpa tahu ilmunya sehingga beberapa kali kena tipu. Namun dengan seiring tambahnya ilmu dan belajar dari beberapa kali kena penipuan, maka saya terus mengembangkan usaha.

Dulu saya tidak mengenal bahan kaos, teknik sablon, proses produksi, bikin pola dan sebagainya, seiring dengan bersentuhan dengan hal-hal tersebut saya mulai mengenalnya. Awalnya saya memaklonkan atau beli putus dari beberapa rekan.

Baik, saya mau share hal-hal yang perlu diperhatikan saat memulai usaha konveksi atau kaos.

1.       Jenis bahan
Kita harus mengenal mulai bahan dari combed, carded, TC, PE ataupun hyget. Pernah suatu saat saya ditawari bahan dengan harga murah, katanya semi combed, dan ternyata bahannya keras. Usut punya usut ternyata bahannya dari carded.

2.       Jenis Sablon
Kita harus tahu jenis bahan atau tinta sablon, baik itu water base, oil base atau special effect. Pernah saya order, ternyata sablonannya rontok gara-gara tinta waterbasenya/rubber tidak di heatpress cuman diangin-anginkan.

3.       Proses Produksi
Untuk proses produksi, kadang-kadang tempat produksi akan mendahulukan siapa yang berani bayar mahal. Repotnya kita sudah langganan dan sudah jelas jatuh temponya. Tahu-tahu saat diambil produk masih diolah sebagian, terpaksa deh nongkrongin gara-gara kesusuan order yang bayar lebih mahal.

4.       Ukuran/Pola
Ukuran dan pola juga harus dipastikan, karena setiap rumah produksi memiliki ukuran dan pola masing-masing yang kadang-kadang berbeda jauh dengan standar umumnya. Ada rumah produksi yang kaosnya junkiest ada juga yang oblong besar. So, pastikan benar jenis ukurannya.

5.       Cacat Produksi
Ini juga sering terjadi, mulai dari cacat jahit, cacat bahan dan cacat sablon. Rumah produksi ndak mau rugi, kadang produk cacat diselipin ditengah, kalau ndak jeli kita bisa dikomplain pelanggan.

6.       Deadline
Kebiasaan banyak penerima maklon adalah molor jadwal kerjaannya. Biasanya saat masih jauh tenggang waktunya, mereka santai, pas saat mau deadline baru kelabakan. Untuk menghindari ini, usahakan ada waktu tambahan yang cukup agar tidak merugikan klien.

Demikianlah pengalaman saya saat memulai usaha kaos dengan system maklon. Sekarang Alhamdulillah sudah produksi sendiri baik untuk kaos sablon, reglan, polos, hoodie dan lainnya.

*Noted
Hati-hati bagi pemula yang ingin memulai usaha kaos, kehati-hatian akan menghindarkan kerugian


Amir Fauzi
Founder
www.sekolahsablon.com

Monday, February 03, 2014

Pergeseran B2B Menuju B2C

Distribusi barang merupakan tantangan tersendiri, apalagi dengan kondisi Indonesia yang banyak pulau. Pada awalnya, distribusi konvensional berjenjang, mulai dari pembuat atau produsen. Dari produsen diteruskan ke Distributor besar. Berikutnya kea gen-agen yang lebih kecil yang tersebar di berbagai wilayah.

Gambaran tersebut merupakan gambaran distribusi konvensional. Namun seiring dengan perkembangan internet, smartphone dan social media ditambah dengan naiknya pengguna internet secara signifikan maka pola konvensional tersebut secara berlahan terus mengalami gradasi.

Distribusi konvensional secara perlahan tergeser oleh perkembangan teknologi. Lazimnya bisnis lama mengandalkan apa yang disebut B2B atau Business to Business. Dari bisnisman yang satu ke bisnisman yang lain.

Namun kini berkembang sangat cepat ke arah B2C atau Business to Customer. Saat ini, produsen tidak perlu lagi susah payah harus mengikuti pola konvensional. Produsen langsung dapat mendistribusikan produk secara online langsung kepada customer.

Contoh-contoh dalam dunia B2C sangat banyak, semisal Amazon, Ebay, Alibaba dan sejenisnya.
Berminat anda bermain di B2C..

Saya akan memulainya setelah lama berkutat B2B.

Amir Fauzi

www.sekolahsablon.com
Sekolahnya Pengusaha Kaos

Jika Tidak Punya Keunggulan, Jangan Bersaing

Makin hari bisnis makin kompetitif. Terbukanya akses internet dibeberapa daerah berpeluang membuka peluang dengan merubah aturan permainan baru.

Perkembangan tersebut jika tidak disikapi dengan bijak akan membawa  bisnis Anda pada penurunan yang berkepanjangan.

Bagaimana mensikapi perubahan yang terus terjadi. Salah satu kunci adalah menemukan dan mengembangkan kompetensi inti.

Apa itu kompetensi inti ? Kompetensi inti bisa diartikan sebagai keunggulan yang kita miliki dimana tidak dimiliki oleh competitor. Apa saja kelebihan yang bisa jadi kompetensi, ada macam-macam, bisa dari produk dengan harga bersaing, keragaman produk, dan kualitas produk.

Jika Anda telah menemukan kompetensi inti, maka habis-habiskanlah untuk focus dan mengembangkan kompetensi inti tersebut secara maksimal dan berkelanjutan.

Pada akhirnya itulah nanti yang akan menjadi daya saing kita untuk bertahan ditengah gempuran competitor.
Selamat menemukan kompetensi Anda.



Amir Fauzi


Wednesday, January 29, 2014

Perkembangan Dunia Bisnis Online di Indonesia

Dalam bisnis yang pasti terjadi adalah perubahan. Demikian juga dalam bisnis berbasis internet atau bisnis online, terus mengalami perubahan.

Dulu bisnis internet didorong dengan bagaimana kita memaksimalkan search engine semacam Google, Yahoo, Bing dan sejenisnya. Namun, dengan perubahan yang sangat massif dalam penggunaan social media layaknya Facebook, Twitter, Blog dan sejenisnya, maka pola tarifik web yang awalnya didominasi oleh search engine bergeser kea rah social media.

Perubahan-perubahan lain yang terjadi, adalah masuknya UKM dalam dunia online, hal ini memangkas fungsi-fungsi pasar-pasar grosir tradisional. Katakanlah dulu orang berbelanja pakaian di Tanah Abang, namun dengan adanya internet, maka transaksi di Tanah Abang akan terus bergeser digantikan dengan berbasis online yang diprakarsai para pemasok Tanah Abang.

Faktor lainnya adalah, semakin mahalnya ongkos transportasi juga berpengaruh ditambah dengan kemacetan kota, sehingga orang malas untuk berbelanja langsung ke pusat grosir. Kondisi ini mendorong semakin maraknya pasar on line yang secara perlahan menggantikan pasar tradisional.

Berkembangnya telepon seluler kea rah smart phone semacam Blackberry dan Androin juga ditengarai membuat pola komunikasi berubah drastis. Dulu orang mengakses internet dari Warnet, kini bias melalui Speedy dan smartphone.

Faktor-faktor diatas sudah sangat mencukupi untuk menyimpulkan bahwa, akan terjadi proses migrasi pasar secara besar-besaran dari pasar konvensional menuju pasar online.
Fenomena ini ditangkap dengan sangat baik oleh investor asing yang membenamkan modal untuk perusahaan startup IT. Pertanyaannya buat kita adalah, siapkah kita menghadapi fenomena ini, sehingga mampu menjadi tuan dinegerinya sendiri.

Ini tugas kita bersama, kalau kita abai terhadap masalah ini, maka yang terjadi adalah penjajahan online diatas negeri ini.


Amir Fauzi
www.pikapiki.com
Baju Bayi Ndak Pake Mahal

Monday, September 16, 2013

Mengembangkan Usaha Kursus Keterampilan

Sekolah Sablon www.sekolahsablon.com didirikan sekitar tahun 2010, sampai saat ini telah melahirkan 60 angkatan dengan alumni sekitar 200-an orang. Menyusul diterimanya Sekolah Sablon, dilanjutkan dengan meluncurkan pelebaran lini dari kursus sablon, yaitu kursus konveksi yang dikemas dalam Sekolah Jahit www.sekolahjahit.com

Perkembangan kursus kami tidaklah mudah, naik dan turun, namun demikian kami tidak putus asa untuk terus mengembangkan dan melengkapi materi sehingga benar-benar dibutuhkan oleh pelanggan.

Sebaga sebuah lembaga belajar, saya berhenti sampai disini, ada cita-cita besar bahwa sekolah kami ini nantinya bisa menjadi referensi bagi pelaku UKM clothing tingkat nasional.

Dalam rangka itu, saya terus melakukan pembenahan diantaranya mengembangkan jurusan-jurusan baru diantaranya desain kaos yang dulu pernah kami launching, namun belum mendapat tanggapan serius dari peserta.

Selain itu jurusan-jurusan baru yang akan saya kembangkan diantaranya kelas clothing fotografi dan online marketing clothing.

Dua jurusan ini akan saya inisiasi sendiri, karena memang saya telah 5 tahun berkecimpung dalam dua hal ini dan cukup banyak experience yang bisa ditularkan.

Untuk mengembangkan hal tersebut, saya saat ini mulai berinvestasi pada hal-hal yang mendukung skills tersebut, diantaranya fotografi dan web desain.

Semoga dua jurusan tersebut akan menjadi wahana baru bagi startup bisnis clothing di Bandung dan sekitarnya.

Salam,


Amir Fauzi
Raptor Clothing Academy
www.raptoracademy.com

Sunday, July 21, 2013

Pindah Kerja ke Ibu Kota

Sebagai seorang pegawai, kepatuhan terhadap aturan dan kebutuhan perusahaan merupakan syarat mutlak. Demikian juga saya, sebagai orang yang yang bermain di dua sisi, sebagai pegawai maupun pebisnis, mesti patuh pada aturan tersebut.

Sebagai kepatuhan tersebut, sejak tertanggal 15 Juli 2013 saya mutasi kerja ke anak perusahaan yang bergerak dalam industry media yang berkantor pusat di jl. Fatmawati Jakarta Selatan.

Menjajaki kerja awal, saya menggunakan try & error bagaimana menempuh jalan ke Jakarta, dan ternyata memang sangat menantang.  Dengan mencoba aneka travel, hasilnya sami mawon, Jakarta memang macet.
Rutinitas baru dan ritme kerja saya juga berubah, biasanya nyaman hidup di Bandung, kini 5 hari harus tinggal di Jakarta alias PJKA, pulang jumat, kembali ahad. Benar-benar sesuatu yang menantang.

Kerjaan saya pun baru, jika selama ini mengelola inovasi dan mutu, saya sekarang mengelola product development. Sebuah tantangan baru.

Dari beberpa hari kerja ini, saya mulai bergerak dari zona nyaman menuju zona tidak nyaman. Semua kemapanan yang saya peroleh, mulai dari kerja dekat dengan keluarga, tantangan yang sudah biasa saya jalani dan mengelola segala aktifitas di Bandung kini harus berganti 180 derajat. Beda banget.

Diawal-awal memang terasa sekali penolakan di diri saya, reaksi spontan atas ketidaknyamanan. Namun saya berusaha menguatkan, zona nyaman adalah zona mematikan, tidak ada tantangan baru. Waktu terus berubah, harus merambah jalan-jalan baru jika ingin berkontribusi lebih besar. Segala hal yang mencoba menarik zona nyaman saya coba untuk saya lawan.

Namun demikian, saya tidak ingin seperti air mengalir begitu saja, saya bekerja di tempat baru punya misi dan cita-cita. Aku bukan bekerja untuk mencari uang, aku mencari ilmu, dan cukup maksimal 2 tahun saja disini, selebihnya akan aku aplikasikan di dunia nyata.

Jakarta, I’m Coming !

Bekerja untuk belajar, bukan sekedar mencari duit.
Dan tentunya, jangan lama-lama….


Amir Fauzi
www.jilbabfatta.com

Thursday, July 11, 2013

Desain Kaos Anak Muslim Medio Juni 2013

Desainku untuk kaos Anak Wafana Kids, jika anda berminat pesan dapat beli di www.wafanakids.com 





11 Juli 2013 Selamat Datang Jakarta

Kamis, 11 Juli 2013, saya pindah ke perusahaan media di Jakarta. Keluarga akan tetap di Bandung menjalankan usaha yang telah jalan dan memiliki karyawan. Beberapa tugas telah kudelegasikan agar aku bisa full job di Jakarta, kecuali untuk keputusan strategis.

Pindah kerja ini merupakan titik balik hidup saya setelah 14 Mei 2007 saya menjejakkan kaki bekerja di Bandung. Show must go on.

Ini merupakan tahapan melawan zona nyaman, semoga di Jakarta nantinya saya mampu membuka cabang lebih besar selain bekerja sebagai sebuah karyawan.

Diantara rencana baruku :
1. Menulis buku
2. Membuka cabang
3. Fokus sebagai desainer

Bismillah.


Amir Fauzi

Desain Kaos Distro Portofolio Juli 2013

 Hasil desain kaos yang saya persiapkan untuk diproduksi di Revolta Clothing Jika Anda berminat dengan desain saya yang berisi tentang motivasi ini silakan order di Revolta Clothing.

Salam,


Amir Fauzi





Tuesday, May 28, 2013

7 Kesalahan Bisnis Yang Sering Dilakukan

1. Kesombongan
Kesuksesan seringkali mengarah kepada kesombongan, dan kesombongan adalah awal dari kehancuran. Ego adalah musuh nomor satu dari pemasaran yang berhasil. Dan untuk itu obyektivitaslah yang menjadi kuncinya. Tatkala sudah berhasil, ego menjadi tinggi dan kurang objektive dalam melihat pasar karena merasa sudah sukses.

2. Keserakahan
Biasanya saat sukses teraih, maka ingin sukses lebih besar. Biasanya setelah sukses berusaha menggelembungkan usahanya dan lupa akan hal-hal dasar yang membuat usaha itu berdiri. Banyak biaya-biaya yang tadinya dikelola dengan baik dihamburkan untuk bisnis yang tidak ada hubungannya dengan usaha inti.

3. Mengabaikan
Kebanyakan perusahaan mendapat masalah karena mengabaikan strategi sebagai suatu peperangan di benak pelanggan dan prospek mereka. Bahkan seringkali mengurusi sesuatu yang tidak ada korelasinya dengan bisnis.

4. Bermimpi
Lebih menggunakan impian ketimbang fakta. Saat usaha besar maka akan banyak mimpi-mimpi indah, dimana mimpi tersebut tidak berkorelasi dengan bisnis inti. Kebanyakan usaha-usaha terbaik itu fokus pada fakta-fakta riil daripada mimpi-mimpi disiang bolong.

5. Kehilangan Fokus
Kehilangan fokus adalah dosa yang paling populer. Setelah sukses biasanya pengin masuk dalam macam-macam peluang usaha yang diluar kompetensi. Ujungnya biasanya usaha-usaha baru ambruk dan berikutnya menyusul usaha utamanya.

6. Bekerja Bermain-main
Maksudnya, terlalu banyak berkesperimen dengan produk-produk gagal. Banyak melakukan langkah-langkah yang tidak perlu sehingga mengganggu kinerja produk karena terlalu banyak percobaan.

7. Berbangga Hati
Maksudnya, telah merasa sukses, menjadi pemimpin pasar sehingga tidak mempedulikan lagi tingkat persaingan dan pelanggan. Sebagai akibatnya perusahaan menjadi lengah saat kompetitor meningkatkan kinerjanya.

Disarikan dari Buku Jack Trout

Salam,



Amir Fauzi
owner
Baju Bayi Bandung

Friday, April 19, 2013

Kiat Bersaing dalam Persaingan Bisnis

Makin hari, makin tajam persaingan. Apalagi dalam kondisi serba terbuka seperti era internet sekarang ini. Sebagai sebuah bisnis, harus selalu memperbaiki posisinya agar tidak tenggelam diantara puluhan dan ratusan bisnis serupa yang setiap hari lahir.
Salah satu kesuksesan dalam bersaing, apalagi dengan perusahaan yang lebih dulu dan lebih besar adalah menjadi spesialis.
Kenapa menjadi spesialis ini menjadi penting, karena kalau kita menjadi serba bisa dan serba ada, secara modal, jaringan dan skills tentu saja sangat berat melawan perusahaan yang lebih besar, sehingga menjadi spesialis dalam ceruk pasar  (nich market) menjadi salah satu solusinya.
Kenapa demikian, karena perusahaan dengan amunisi besar tidak akan bisa menembus semua segmen pelanggan dan hanya spesialis yang bisa bertahan dalam pasar yang tersegmen secara tajam.
Dalam era Long Tail, dimana banyak ceruk pasar muncul, menjadi spesialis adalah kunci sukses memenangkan kompetisi apalagi semakin banyak nich market tercipta.
Adapun kunci sukses menjadi spesialis adalah focus dan expert. Dua hal ini penting dan saling mendukung. Kita harus expert dibidang yang kita pilih kemudian fokus habis-habisan untuk melakukan eksplorasi sehingga menciptakan market baru.
Berikut contoh-contoh yang telah saya lakukan, saya mendirikan www.sekolahsablon.com dimana tempat kursus ini hanya fokus mengajarkan bisnis sablon kaos distro saja. Berikutnya saya mendirikan www.sekolahjahit.com yang juga hanya fokus pada kursus menjahit kaos distro dengan tema casual fashion seperti oblong, polo dan hoodie.
Dalam hal produk lainnya, seperti jilbab, saya memiliki brand Fatta yang hanya fokus pada pembuatan jilbab seperti di www.jilbabfatta.com demikian juga dalam bisnis lainnya.
Menjadi fokus dan spesialis merupakan salah satu jalan untuk tetap eksis ditengah kepungan persaingan yang semakin ketat.
Jadi,
Fokus anda dimana sekarang ?
Amir Fauzi
Founder
Sekolah Menjahit Distro

Rahasia Cara Menjadi Kaya ala Amerika

Beberapa hari yang lalu saya masuk toko buku, suatu kegemaran yang ndak bisa saya tolak. Setelah masuk hunting bukupun saya lakukan. Seperti biasa, sambil bawa tas punggung mata jelalatan kesana kemari barangkali ada buku yang enak dibaca.
Ndak tahu kenapa, saya ambil buku Get Rich, Stay Rich, Pass it On.
Intinya buku ini menjelasakan bagaimana cara menjadi kaya, tetap kaya dan meninggalkan warisan bagi penerusnya. Dalam 1 hari saya mencoba melahap buku yang lumayan tebal tersebut.
Setelah saya baca, maka inti sari dari buku yang didasarkan pada penelitian ribuan orang kaya tersebut sebagai berikut :
1. Investasi di Bisnis Inovatif
Investasi ini bisa berupa mendirikan bisnis inovatif, bisa juga bekerja di dunia bisnis ataupun menjadi pemegang saham dalam bisnis inovatif. Mengapa bisnis inovatif, salah satu alasannya adalah memiliki value yang lebih tinggi daripada bisnis konvensional. Berapa besar mereka alokasikan untuk investasi bisnis inovatif, rangenya sekitar 25-30% dari total aset yang dimiliki.
2. Investasi di Property
Berikutnya, orang kaya Amerika dari hasil survey mereka menginvestasikan uangnya kedalam property, terutama pada property yang menghasilkan. Hampir semua orang kaya di Amerika selalu memiliki property-property terbaik sebagai penjamin penurunan nilai aset. Jadi kalau kita mau kaya, jangan lupa banyak-banyaklah investasi di sektor property yang produktif. Alokasi investasi property dalam kisaran 25-30%
3. Investasi di Saham
Perilaku orang kaya Amerika berikutnya adalah mereka investasi dalam sektor saham mulai dari obligasi, reksadana sampai pada kepemilikan saham. Portofolio investasi ada di kisaran 25-30%
Setidaknya ada 3 instrumen diatas yang dilakukan mayoritas orang kaya Amerika. Secara umum mereka tidak konsumtif, justru memasukkan uang mereka kedalam instrumen investasi agar berkembang dan menjadi proteksi kekuatan finansial mereka.
Bahkan, untuk hal-hal lain selain tiga hal diatas, mereka alokasikan relatif kecil antara 5-10 % saja. Sehingga akumulasi aset mereka dari tahun ketahun terus meningkat pesat.
Bagaimana dengan Anda ?
Tertarik menjadi kaya ala Amerika ??
Amir Fauzi
Owner
Mudah Berhijab

Sunday, March 03, 2013

Ajaran Pengelolaan Sistem Mutu dari Crosby

Crosby adalah salah satu guru tentang mutu dunia. Ajaran-ajarannya banyak membantu industri Jepang untuk bangkit dari keterpurukan akibat perang dunia. Berkat salah satu guru mutu ini, produk Jepang merajai dunia. Berikut 14 ajaran sistem mutu dari Crosby.
1. Semua tingkat pimpinan perlu terlibat penuh
2. Harus dibentuk kelompok kerja kualitas
3. Harus ada ukuran kinerja kemajuan
4. Harus menghitung biaya kualitas yang membebani perusahaan
5. Kesadaran berkualitas harus dibangkitkan
6. Tindakan korektif harus selalu dilaukan untuk menghilangkan kesalahan selamanya
7. Harus dibuat rencana untuk membuat tidak adanya kesalahan (zero defect)
8. Harus dilakukan pelatihan
9. Harus ditetapkan hari tanpa kesalahan
10. Harus ada penetapan tujuan yang ingin dicapai
11. Harus menghilangkan penyebab-penyebab kesalahan
12. Harus ada pengakuan jika ada sesuatu keberhasilan
13. Harus ada panitia atau dewan mutu
14. Melakukan semuanya sekali lagi (do it over again)
Demikian 14 ajaran mutu dari Crosby, mari bersama menuju indonesia berkualitas.


Amir Fauzi
Baju Bayi Murah

Konsep Sistem Mutu/Kualitas dari Edwards Deming

Orang yang berjasa bagi kemajuan industri Jepang berikutnya adalah Edwards Deming. Karena jasanya, Jepang memberikan awards sistem mutu dengan sebutan Deming Prize. Kita kenali sekarang, Jepang merajai produk industri mulai dari elektronik, mesin, otomotif dan industri lainnya.  Pemikiran Deming tentang mutu lebih berfokus pada bagaimana proses yang baik akan memberikan result yang baik pula. Konsep ini lebih dikenal dengan 14 langkah kualitas Deming, yaitu :
1. Lakukan perbaikan atas produk/jasa secara konsisten
2. Hayati filosofi baru dan tinggalkan filosofi lama bahwa kesalahan dapat ditolerir dan mulai bersiaplah untuk berubah
3. Rubah cara pencapaian kualitas dari menunggu sampai selesai dibuat menjadi bagian dari kegiatanproduksi sejak awal
4. Jangan hanya melihat harga murah saja dari barang yang akan kita gunakan dalam proses
5. Tingkatkan secara konsisten dan berkesinambungan baik sistem produksi, kualitas, produktivitas maupun biayanya
6. Lakukan pelatihan yang tepat dengan kebutuhan
7. Upayakan meningkatkan perhatian pimpinan untuk membantu bawahan melaksanakan kerja yang lebih baik
8. Jangan menyalahkan bawahan jika masalahnya jutstru berasal dari sistem yang ada
9. Hilangkan sekat antar satuan organisasi, jangan terkotak-kotak
10. Jangan menggunakan slogan yang ingin meningkatkan produktifitas dsb tanpa pemberitahuan cara mencapainya
11. Hilangkan standar-standar, atau apa saja yang menjadi kendala untuk meningkatkan kualitas
12. Hilangkan hambatan yang menyebabkan bawahan tidak bangga dengan apa yang dikerjakannya
13. Tumbuh kembangkan keinginan velajar seumur hidup dan peningkatan nilai diri seluruh pegawai
14. Ciptakan suatu struktur manajemen puncak yang akan mendorong setiap hari ke-13 program diatas.
Ajaran-ajaran mutu Deming ini, menjadi penting kita pelajari dan amalkan dalam rangka meningkatkan daya saing usaha yang kita geluti.
Selamat mencoba...
Amir Fauzi
www.sekolahsablon.com
Kursus Sablon Kaos