Thursday, August 07, 2008

Memahami Dunia Tangan Dibawah

Sebagai seorang yang diamanahi sebagai Sekretaris Jenderal sebuah
Serikat Karyawan, merupakan pembelajaran tersendiri bagi saya pribadi.
Oleh karena itu, ada satu hal yang pengin saya share, yaitu tentang
habbit atau kebiasaan.



Sebagai seorang pekerja, memang yang paling utama digadaikan adalah
masalah waktu. Kita terikat betul dengan aturan disiplin sebuah
perusahaan. Saya pernah berpikir, dari sekian usia yang diberikan Allah
SWT, berapa persen waktu saya habiskan di kantor. Saya yakin, waktu yang
diambil dikantor mendominasi waktu hidup ini.

Kemudian masalah kebebasan, sebagai seorang employee, tentu kita terikat
dengan aturan mana yang boleh dan mana yang tidak. Ini terus terang
membelenggu kebebasan kita untuk berekspresi dan mengeksploitasi potensi
diri. Karena tidak semua potensi kita dapat diekspresikan di ruang
kerja.


Nah, belenggu ini, sebenarnya layaknya sebuah sangkar. Seekor burung
yang masuk dalam sebuah sangkar, lantas dilepas ke alam bebas, niscaya
tidak akan dapat terbang tinggi. Demikian juga seorang employee. Dia
sangat minim bisa mengeskplorasi potensinya secara maksimal. Karena
sudah terbiasa terbelenggu kreatifitas & inovasinya.


Fakta lain, semakin tinggi jabatan yang kita raih ditempat kerja, maka
semakin sedikit waktu yang kita punya. Semakin besar penghasilan yang
kita terima, semakin sedikit privasi yang kita punya. Saya lihat jadwal
seorang Direktur, nyaris waktunya dari pagi sampai malam dihabiskan
dengan aktifitas kerja.



Nah, fenomena ini berbeda dengan dunia wirausaha, pada awalnya memang
berdarah-darah ketika merintis sebuah bisnis. Masuk dalam zona tak
menentu. Namun, ketika ketika bisnis itu semakin berkembang dan
berkibar, maka yang terjadi adalah, semakin banyak memiliki waktu luang.



Semakin besar perusahaannya, semakin banyak memiliki waktu luang.
Semakin banyak pendapatan, semakin bisa melakukan banyak hal. Ini
bertolak belakang dengan dunia kerja.



Belum lagi dari sisi kemanfaatan. Jika kita kerja dalam sebuah company,
pekerjaan kita tidak bisa diwariskan dan kita hanya mengabdi untuk
company unsich. Namun jika kita sebagai wirausaha, kita punya banyak
peluang menjadi pintu rezeki kepada orang.


Lantas, setelah satu dasawarsa saya bekerja, kini saya kembali merenung.
Dimana passion saya, apa yang telah saya kerjakan selama ini. Kini, saya
mulai merencanakan ulang hidup saya. Dimana saya dapat secara optimal
berkontribusi & beramal dengan maksimal.


Wassalam,



Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

0 komentar: