Sunday, October 11, 2009

Catatan Jadi Relawan Gempa Sumatra Barat : Padang & Pariaman

Setelah lima hari menunggu saya akhirnya saya berangkat ke Padang. Berangkat jam 02.00 WIB dari Bandung untuk mengejar pesawat yang take off dari Jakarta jam 08.00 WIB. Alhamdulillah, perjalanan dari Bandung ke Padang cukup lancar. Misi saya adalah membangun sistem posko dan distribusi bantuan yang diamanahkan oleh union dimana saya berkidmat.

Di Padang kami ketemu dengan para relawan baik dari NGO dalam negeri dan luar negeri serta dari beberapa departemen. Setelah silaturrahmi dengan tim yang sudah dulu datang langsung take action melakukan koordinasi dengan semua tim yang terlibat. Sebagaimana misi kami sebelumnya, sangat penting melakukan setup sistem tanggap darurat. Semisal sistem rescue, sistem distribusi kebutuhan pokok, pencatatan bantuan, penanganan kesehatan,
pendataan dan lainnya.

Ketika saya masuk Padang, subhanallah, ada hal yang menurut saya menarik. Warga kota ini cepat bangkit dan beraktifitas dalam waktu yang tidak terlalu lama. Mungkin, karena warganya yang mayoritas berdagang yang bersifat mandiri. Warga tidak terlalu lama terpuruk dalam kesedihan, yang kami lihat adalah mereka bangkit. Ini hanya terkondisi karena mereka biasa hidup mandiri sebagai pedagang.

Selagi saya melakukan koordinasi saya belajar banyak dari masyarakat Padang. Mereka adalah mayarakat yang berjiwa pedagang dan perantau. Dua-duanya adalah sunnah Nabi. Mereka biasa hidup dalam ketidakpastian, ada saatnya untung, ada saatnya rugi. Itu adalah hal biasa. Inilah yang saya pelajari dari perjalanan kami ke Padang.

Ketika bencana melanda, memang masyarakat Sumbar tersentak dan berduka, namun demikian rasa duka ini saya lihat cepat pulih berganti dengan optimisme. Kecepatan recovery mental ini hemat saya sangat dipengaruhi oleh mentalitas orang Minang yang gemar berdagang dan merantau.

Perjalanan selama tiga hari di Padang dan Pariaman selain mengurus seputar pengorganisasian relawan dan mekanisme kerja, saya maksimalkan untuk mempelajari adat istiadat dan pola hidpu masyarakat Padang. Setidaknya itulah yang saya daptkan dari perjalanan ke Sumbar.

Kita perlu belajar dari mentalitas orang Minang yang gemar berdagang dan merantau. Yang lebih memilih tangan diatas daripada tangan dibawah. Jika spirit ini ada, saya yakin bisa menjadi bekal kebangkitan negeri ini.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

1 komentar:

bunga rumput said...

subhanallah... terimakasih, nice post :) saya banyak belajar hanya dgn membaca ini :)