Sunday, December 20, 2009

Melihat Dari Dekat Tetangga Kita Vietnam

Terus terang, saya tak pernah terpikir bisa mengunjungi sebuah negeri komunis bernama Vitnam. Namun demikian, 15 Desember 2009 ini menjadi sejarah baru, saya menjejakkan kaki di Hanoi, ibukota Vietnam.

Kehadiran saya di Hanoi, dalam rangka mengikuti International Union Telco Meeting. Saya sangat berbahagia sekali, selain menggali ilmu terkait dengan negeri yang selalu berjuang melawan penindasan ini saya juga dapat informasi banyak dari peserta negara Asean serta Asia Timur dan Selatan.

Hari pertama ketika saya nyampai di Vietnam, terasa sekali seperti back to 80-an. Banyak sekali sepeda dan motor berseliweran. Rumah dan kios kuno tampak dominan menghiasi Hanoi serta keramaian jalan-jalan seakan membawa saya dalam fantasi tempoe doeloe.

Saya lima hari di Vetnam, dan selama waktu itu pula saya melakukan eksplorasi Hanoi sebagai ibukota Vietnam. Menjajaki masakan, angkutan, jalan-jalan sampai ke budaya dan sejarah. Saya melakukan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah, mulai dari Penjara Hanoi, Museum Sejarah dan Perjuangan Vietnam, Hanoi Teater, Makam Ho Chi Min, Universitas tertua Hanoi, Pasar Tua Square serta tak kalah menarik melihat langsung industri pertenunan sutra Vietnam.

Perjalanan saya ke Vietnam ini, benar-benar membukakan mata saya tentang bangsa yang tak pernah menyerah melawan imperialis. Mulai melawan bangsa Mongol, Penjajah Perancis serta meluluhlantakkan Agresor Amerika dalam peperangan yang sangat panjang dan melelahkan. Kini, negeri itu, yang pemerintahnya masih memegang sistem komunis, kini ekonominya sudah mulai mengarah ke ekonomi bebas.

Dengan penduduk 80 juta homogen serta panjang negeri sepanjang 2xpulau Jawa, antara Hanoi dan Ho Chi Minh City, Vietnam bisa saja menggeliat menyalip negeri-negeri tetangganya. Kini, Vietnam telah membuka diri, menjadi lahan investasi untuk produksi garmen, sepatu dan elektronik. Investor sangat bergairah, karena negeri ini aman serta sumberdaya/pekerja yang murah. Sehingga dapat memberikan competitive advantage bagi para investor.

Hal ini senada dengan informasi yang saya dapat kemarin saat dari Majalaya - Bandung, banyak investor tekstil mulai memindahkan produksinya dari Indonesia ke luar negeri, termasuk Vietnam.

Satu lagi pelajaran penting, kini keliling Asean ibarat, bagaikan kita keliling kota di Indonesia. Very simple. Dunia benar-benar borderless sekarang, apalagi dengan adanya maskapai low fare, tambah mudah saja kita keliling tetangga.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

0 komentar: