Thursday, September 22, 2011

Keberanian, Pengetahuan dan Keikhlasan

Saya termasuk jarang update facebook atau twitter. Entah mengapa, hari itu ngebet buka twitter. setelah scroll atas bawah, saya temukan twitt simple dan menarik dari Pak Tri Atmojo, begini bunyinya : "Untuk Memulai Bisnis Perlu Keberanian, Untuk Mengembangkannya Perlu Pengetahuan, Untuk Mengakhirinya Perlu Keikhlasan" Saya mengamini statmen ini.

Untuk memulai bisnis, perlu keberanian lebih tinggi daripada pengetahuan. Banyak sekali orang yang sudah training, kursus, seminar, baca buku dan coaching wirausaha akhirnya tak bergerak kemana-mana kecuali idenya yang berkembang. Salah satu penyebabnya adalah miskinnya keberanian. Ilmu banyak tak akan banyak berarti dalam bisnis tanpa diimbangi keberanian yang cukup. Perlu keberanian lebih daripada sekedar banyaknya pengetahuan.

Pada tahap ini, seorang calon pebisnis perlu keberanian untuk action tanpa harus banyak berpikir terhadap resiko yang mungkin timbul, karena memang bisnis itu tak bisa lepas dari resiko. Untuk pemula, mengasah keberanian jauh lebih penting daripada mengasah pengetahuan. Action dulu, baru kemudian benahi kekurangan. Kalau menunggu kesempurnaan, niscaya tak akan pernah eksekusi. Jadi kunci memulai usaha, beranilah action !

Berikutnya jika usaha sudah berjalan, maka tak cukup hanya mengandalkan keberanian. Ilmu untuk mengembangkan bisnis berikutnya adalah butuh pengetahuan. Jika jurus yang digunakan tetap keberanian, niscaya suatu titik akan mengalami accident. Ini ibarat kita naik motor, boleh jadi awal naik motor yang kita butuhkan adalah keberanian, berikutnya adalah membaca rambu dan ilmu lainnya. Ketika Anda hanya berani dan ndak bisa baca rambu, mungkin anda lolos diperempatan jalan saat lampu merah, tapi tidak untuk perempatan-perempatan berikutnya.

Dalam bisnis juga demikian, modal nekat saja tidak cukup, kita memerlukan pengetahuan untuk mengembangkan bisnis menjadi besar, kita perlu memperdalam ilmu manajemen operasi, marketing, sdm dan keuangan. Tanpa memiliki ilmu dasar tersebut niscaya usaha yang dikelola akan tetap mengecil bagai bonsai atau malah bisa jadi hidup segan mati tak mau atau tragsinya mati.

Tahap berikutnya, bisnis yang dikembangkan seringkali membentuk kurva S, ada yang tumbuh menjadi besar dan ada yang layu. Bagi seorang pebisnis itu hal biasa, bagai menanam padi di sawah, ada yang tumbuh subur dan ada yang layu dan bahkan mati dikerubuti gulma. Bisnis juga demikian, dari bisnis yang kita rintis ada yang membesar dan bahkan ada yang merugi terus.

Mensikapi bisnis yang rugi, sebagai bisnisman harus memiliki keikhlasan. Bisnis yang terus merugi biasanya bukan bisnis yang baik. Bagaimana sikap sebagai seorang pebisnis, menurut saya harus punya keikhlasan untuk membunuhnya dan menguburkannya. Bisnis yang terus merugi tidak tepat untuk terus disupply, bisa jadi lama kelamaan akan menjadi benalu keuangan kita. So jangan malu, jangan gengsi dan jangan bimbang menguburkannya meskipun itu kadang menyakitkan hati karena terlanjur mencintainya.

Keberanian, Pengetahuan dan Keihklasan modal dasar buat menghadapi bisnis yang kita kembangkan.

Semoga bermanfaat.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner

0 komentar: