Thursday, November 29, 2012

Cara Membuat Sound System Dasar













Setelah mendapat masukan dari kolega saya untuk membuat sound system di tempat training, langsung saja saya cari informasi bagaimana merakit sound system yang baik. Tanpa sengaja, saat ngobrol dengan kawan-kawan sekar, ada kawan yang punya pegalaman dan memang hobby dengan sound system.
Langsung saja, saya serap ilmunya. Maklum, saya selama ini ndak pernah tahu banyak dengan sound system. Bagi saya saat nonton film, tv, tape atau komputer yang penting bunyi saja. Yang saya tahu dari elemen sound system itu hanya volume. Besar atau kecil. Itu saja, selebihnya ndak tahu :-)
Dari sharing tersebut saya dapat pengetahuan dasar tentang sound system. Berikut ini inti-intinya :
1. Mixer
Mixer adalah perangkat yang berfungsi sebagai integrator sumber suara. Sumber suara bisa lewat Mic, CD, Gitar, Keyboard atau lainnya. Jadi sumber suara itu dimasukkan kedalam mixer tadi.
2. Player
Kalau sumber suaranya simple, bisa langsung diproses dari player (CD, Tape, Komputer, Mix) langsung masuk ke Equalizer.
3. Equalizer
Equalizer adalah perangkat yang berfungsi untuk mengatur jenis, mode dan karakteristik suara. Bass, Tribble dan karakter lainnya diatur di Equalizer
4. Amplifier
Amplifier berfungsi untuk menguatkan sinyal suara agar dapat ditransmisikan ke speaker dengan lebih kuat suaranya. Fungsi aplifier adalah penguat sinyal suara agar keras dan maksimal outputnya.
5. Rear Ambience
Perangkat ini berfungsi untuk menggeser fase suara, sehingga suara akhirnya seperti di bioskop, terdapat gema dan menggelegar. Mirip semacam echo.
6. Speaker
Speaker sebagai pengubah sinyal listrik menjadi sinyal suara sehingga bisa dinikmati.
Nah itulah pengetahuan dasar yang saya peroleh dari kawan saya. Oiya, dalam membangun sound system ada 3 kategori :
a. High level
Ini soud system mahal, yang biasanya dipunya penghobi soud kelas atas atau konser2 musik dahsyat. Harga bisa ratusan juta rupiah. Hah !
b. Medium Level
Kelas menengah, dan tentu saja dari sisi harga perangkat di harga medium
c. Low level
Kelas bawah nan ekonomis. Tentu dengan harga komponen yang relatih rendah.
Berikutnya terkait dengan penempatan. Ada dua jenis :
a. Sound system Indoor
Sound system untuk dalam ruangan. Biasanya didalam gedung, rumah atau kantor. Bisa jadi juga event indoor didalam konser-konser musik.
b. Sound System Outdoor
Sound system yang didesain untuk luar ruangan, misal konser outdoor, sound system upacara atau lainnya. Dedesain dan difungsikan untuk acara-acara diluar ruangan.
Semoga bermanfaat sharing saya yang sederhana ini.
Amir Fauzi
Owner

0 komentar: